Minggu, 15 April 2018

#AlaReview : Film Teacher's Diary dari Thailand




HAI! #AlaReview datang lagiii..

Siapa sangka, setelah membuat review Novel Dilan langsung 3 seri, aku masih berminat untuk membuat review.  Bedanya, kali ini aku akan membahas sebuah film yang berasal dari Thailand. Ditayangkan pada tahun 2014 dan diangkat dari kisah nyata, film ini berjudul :

Teacher's Diary


Gimana? Familier? Atau bahkan sudah pernah nonton? It's okay, itu nggak akan melunturkan niatku membuat review ini kok *wkwk.

Sebagai orang yang pemilih banget soal tontonan, Teacher's Diary berhasil masuk menjadi worth to watch-nya aku. Jelas bukan hanya aku yang menganggap layak tonton, di negara asalnya pun film ini berhasil mendapat beberapa penghargaan. Ceritanya sederhana, maknanya luar biasa dan dari sisi hiburan dapet banget. Lucu, horor, galau, gemas, ada semua. Bahkan efek kejutnya pun sungguh juara.

You should watch it to know how shocked I am when Ann take the dead men out! 😣

Film Teacher's Diary ini sebenarnya bergenre Romance, dia punya Tagline "I Miss Someone Who Have Never Meet Before" . Tagline ini didasarkan pada situasi film di mana dua orang yang belum pernah bertemu namun bisa saling menyukai dan merindukan satu sama lain, setelah membaca sebuah buku diary.

Tokoh utamanya sendiri ada dua orang :

Song (Sukrit Wisetkaew)

Ann (Laila Boonyasak)


Dan beberapa pemain lain yang sering muncul :

Gigi
Nui

Muek
Gao
Tuna

Tong
Chon

Cerita ini berlatar di sebuah sekolah apung yang letaknya jauh dari peradaban, tidak ada listrik apalagi sinyal. Seorang guru bernama Ann dikirim ke sekolah tersebut akibat melanggar tata tertib di sekolah sebelumnya, memiliki tato. Ann yang kerasa kepala, lebih rela untuk dikirim ke antah berantah dari pada menghapus tato 3 bintang di tangannya.

Sekolah Apung
Tato 3 Bintang yang bersikeras dipertahankan Ann

Segala hal yang Ann alami selama mengajar di sekolah tersebut dituangkannya dalam sebuah buku diary. Dari kehidupan pribadi, metode pembelajaran, hingga karakter setiap muridnya tertulis lengkap di sana.

Setahun berlalu, Ann berhenti dan pindah ke sekolah lain. Di sisi lain Song, seorang mantan pegulat yang sedang melamar pekerjaan di sebuah sekolah malah dikirim ke sekolah apung tersebut.

Sebagai orang yang belum berpengalaman mengajar, Song mengalami kesulitan yang jauh lebih besar. Untunglah tanpa sengaja ia menemukan buku diary Ann, Song pun sangat terbantu dan jadi sepenuhnya bergantung pada buku terebut. Dia pun jadi kagum dan penasaran dengan sosok Ann.

Buku Diary Ann

Song sempat berusaha mencari Ann, tapi ia malah menemukan kabar bahwa Ann akan segera menikah. Untuk mengalihkan rasa kecewa, Song kemudian turut menulis pada buku diary tersebut. Menulis apapun yang ia alami di sekolah apung.

Waktu berlalu, masa kerja Song pun selesai. Ia memilih berhenti untuk kuliah lagi. Siapa sangka, Ann merasa tidak nyaman di sekolah baru dan memohon untuk mengajar kembali di sekolah apung. Ann menemukan kembali bukunya beserta tulisan Song di sana.

Sejurus dengan Song, Ann pun merasa kagum dengan sosok Song.

Dan selanjutnya..
Film ini berakhir menyenangkan bagiku, silakan kalian simak sendiri *wkwk.

Nggak masalah jika kalian menganggapku berlebihan, tapi di beberapa bagian ini aku benar-benar dibuat kagum dengan kegigihan Song dan Ann dalam memperjuangkan anak-anak sekolah apung.

1. Replika Kereta Api

Ini terkeren sih menurut aku. Untuk membantu Chon menyelesaikan soal perhitungan jarak dalam perjalanan kereta api, Song nekat menarik sekolah apung mengarungi sungai. Tidak hanya pengetahuan, Song juga melengkapi muridnya dengan pengertian, memahami bagaimana pergerakan kereta dan memecahkan jawabannya bersama di atas perahu.

Keren nggak? Keren dong!

2. Tragedi Mayat dan Ular

Yang ini epic. Ketika Song dan Ann mau tidak mau menjadi sangat pemberani untuk menyelamatkan murid-muridnya dari ketakutan.

Tragedi mayat ini dialami oleh Ann. Di tengah pelajaran, suasana menjadi riuh karena Gigi yang sedang di toilet melihat mayat mengapung tepat di bawahnya. Di rasa terlalu lama untuk menunggu bantuan, Ann nekat berenang seorang diri ke bawah bangunan sekolah untuk mengeluarkan mayat tersebut.

No picture, have to watch it yourself

Sedangkan Song harus kedatangan ular berbisa di dalam kelas juga saat dia mengajar. Song yang spontan lari keluar kelas, berusaha memberanikan diri kembali untuk murid-muridnya. Dengan segenap rasa takut Song menghancurkan sebuah bangku demi mengusir ular tersebut.

Adegan ini lumayan kocak sih, tapi tetep break the limit.

3. Membujuk Murid Melanjutkan Sekolah

Sebagai seorang guru, Ann berharap anak didiknya memiliki cita-cita setinggi langit dan semangat menggapainya. Tapi di sekolah itu Ann harus mengalahkan egonya karena tak satupun murid mau keluar dari desa tempat mereka tinggal. Cita-citanya hanya terbatas pada keinginan untuk menjadi nelayan, mengingat itulah mata pencarian satu-satunya di desa tersebut.

Salah seorang murid bernama Chon bahkan harus mengambil keputusan besar untuk berhenti sekolah, dia memilih  membantu ayahnya menangkap ikan. Ann merasa sangat kecewa dengan keputusan Chon, dia berusaha membujuk Chon tapi tidak berhasil.

Di sisi lain, Song yang baru mengetahui tentang Chon melali buku diary Ann, berhasil mengajaknya kembali sekolah. Song punya cara yang berbeda, dari pada harus memaksa Chon menemukan motivasi lain untuk sekolah, dia meyakinkan Chon, bahwa dengan sekoah mampu menjadikannya nelayan hebat yang tak akan bisa ditipu.

Tentu tidak semudah itu, sebagai gantinya Song rela mengahabiskan akhir pekan membantu ayah Chon memancing ikan. Salut!

 Song bilang, "Lebih baik banyak belajar agar tidak ada orang yang bisa menipumu."

Kesimpulan :

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dalam film ini. Bagaimana harusnya kita mensyukuri keadaan, bisa sekolah dengan mudah dan mendapat fasilitas lengkap. Tidak semua orang beruntung mendapatkan itu. Mereka dengan segala keterbatasan pun masih punya semangat juang dan alasan untuk tetap meneruskan pendidikan, harusnya kita yang punya lebih juga bisa lebih termotivasi.

Mengingatkan kita juga untuk lebih menghargai jasa guru, karena ilmu yang kita gunakan hari ini tidak luput dari kerja keras mereka.

Perjuangan Song untuk belajar sebelum mengajar

Begitu pula pelajaran tentang peran tenaga pendidik, ada satu kalimat yang dikatakan Ann bahwa,

"Menjadi guru bukan tentang ABC dan 1,2,3..."

Dari kalimat itu film ini seakan mengisyaratkan bahwa menjadi guru harusnya tidak egois, memiliki tanggung jawab secara morel dan materiel, memiliki kepedulian besar terhadap anak didiknya, memastikan mereka paham dan mengerti bukan hanya asal tahu. Song dan Ann mencontohkan bagaimana mendidik dengan hati, tidak menghitung kesepadanan antara perjuangan dan hasil yang didapatkan.

Itu adalah Song dan Ann.

Lalu di negara kita?

Ada. Sangat banyak. Hanya saja cerita pengabdiannya kurang terdengar, tertutupi oleh berita miring dari oknum pendidik yang kurang bertanggung jawab. Miris memang, hmm..

Eh jadi gimana, apakah kalian berminat untuk menonton Teacher's Diary juga? 😁

7 komentar:

  1. nonton ini beberapa tahun lalu. salah satu film thailand yang kusuka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, dari sekian banyak film thailand yang keren ini jadi favorit sih, tapi aku malah baru nonton sekarang hihihi

      Hapus
  2. Wah,belum pernah nonton dan sepertinya menarik! Nyari di apkikasi VIU ada gak y?

    Kebetulan sya jg berprofesi sbg guru..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah guru ya, pasti bakal jauh lebih paham deh sama filmnya hehe..
      Duh kurang tau kak kalo di VIU, aku juga file film nya dikasih temen, dia yang ngerekomendasiin banget

      Hapus
  3. filmnya mantap banar ini,, pas gasan guru yg hanyar di angkat,, di tempatkan dipelosok daerah terpencil hehe..
    https://www.sukamitos.com/

    BalasHapus

Like Us

Google+

Media Sosial

Part Of

Blogger Perempuan
indonesian hijab blogger
PENABLOGGERBANUA