Minggu, 29 April 2018

Do's & Don'ts : The Fit Dresses Bagi Perempuan Petite Berjilbab


"Accept Your Shape and Celebrate It by Wearing The Fit Dresses"


Sebagai perempuan bertubuh petite, aku merasakan betul betapa segala hal tentang penampilan jadi PR yang nggak selesai-selesai. Akan terus ada penyesuaian (re: usaha lebih) dalam setiap outfit yang dikenakan. Memang, bentuk tubuh yang lain juga punya kendala, tapi rata-rata ada solusinya.

Solusi outfit untuk si petite ada juga sih cuma, masih satu yang menurutku terlupakan. Iya cuma satu, tapi doi termasuk outfit yang penting, dan nemunin infonya (yang khusus untuk petite) susah minta ampun.

Outfit tersebut adalah Long Dress (termasuk juga maxi dress dan segala jenis dress yang panjang).

Yup, untuk perempuan petite, long dress masih jadi problem yang belum sepenuhnya terpecahkan, karena trik yang ada kebanyakan tentang mini maupun midi dress. Ada kok yang lebih lengkap, yaitu trick  to combine the top and bottom, entah itu celana atau lagi-lagi mini dan midi skirt. Sedangkan untuk long dress, kebanyakan main di motif, bentuk leher, atau sekalinya ada malah fit body. Pokoknya belum benar-benar ada solusi yang mendukung untuk perempuan petite berjilbab.

Ujung-ujungnya, kalau lagi perlu dress baru ya harus potong dan kecilin atau bikin sekalian.

Dulu sih aku nggak masalah, karena jarang pakai long dress. Tapi, setelah merasa udah-saatnya-stop-pakai-fit pants-dan-ingin-lebih-feminin (ehmm..), aku jadi makin sering pakai long dress, yang berarti jadi sering kecilin juga. Berasa deh tuh tekor dan rempongnya. Pertama keluar dana untuk beli, terus biaya lagi untuk potong. Hmm.. pendanaan perempuan ini kan banyak cabangnya, bahaya kalau habis-habis ke baju aja. πŸ˜…

Itu baru yang berhasil loh, masih ada deretan dress gagal, yang setelah dikecilin/dipermak masih nggak pas juga. Kemudian nggak dipakai dan berujung mubazir, sayang banget!

Yang begitu biasanya terjadi karena menuruti lapar mata. Saking sukanya, waktu dicoba ke kamar pas keliatan cocok banget, yakin tinggal potong dikit, beres. Eh, pas dibawa pulang (re: beli tuh akhirnya) berubah lah doi. Kalian pasti pernah juga kan?

Dari segala pengalaman terkait dress itu, secara nggak langsung aku jadi belajar untuk "mengenali" tubuhku. Jadi tahu tentang sisi baiknya, menerima bagian uniknya, ngerti mana yang bisa didukung dan mana yang perlu disamarkan.

Pelan-pelan urusan dress atau outfit lainnya pun jadi terasa lebih mudah, karena mulai paham how to match a dress to the body dan dress mubazir bisa minimalisir. Lebih dari itu, belajar mengenali diri juga membuatku paham kalau inti dari penampilan yang baik itu tentang how to accept yourself and confident, then the clothes help to prove.

Sederhananya, mengenal diri bisa membantu untuk merasa baik-baik saja dengan keadaan (yang dalam hal ini mengenai bentuk tubuh) bahkan pelan-pelan bisa jadi bangga, karena bisa tahu mana pakaian yang paling pas, percaya diri dan menerima dengan senang hati. Walau baju bukan model terkini, nggak mahal apalagi branded, penampilan tetep akan standout dengan sendirinya.

Misal nih, saat menghadiri suatu acara. Berangkat sih yakin dengan baju dan riasan terbaik tapi, sesampainya di tempat bisa gelisah pingin benerin segala macam. Sebabnya bukan dandanan kita yang berantakan, tapi kita yang nggak percaya dan nggak yakin sama diri sendiri. Itulah yang pernah aku alami, bisa jadi kalian juga pernah.

Saat bingung, ribet, dan nggak yakin dengan diri sendiri, kita pasti berharap dukungan dan impresi baik dari orang yang lihat.  Sedangkan saat yakin, impresi-impresi baik akan datang dengan sendirinya, tanpa disadari dan diharapkan.

Nah, biar makin lengkap, aku juga akan bagikan pengalaman trial and error ku selama ini dalam memilih dress. Jelas nggak sedetail fashion stylist, tapi semoga bisa bantu untuk inspirasi fashion teman-teman petite. Here we go, Do's & Don'ts : The Fit Dresses bagi Perempuan Petite Berjilbab A La Rizki Mulanova! 

Do's



1. Shift Dress
Shift dress ini model dress dengan potongan flat (lurus dari atas sampai bawah).


Shift dress adalah andalan dan favoritku dalam berbagai macam acara, simple dan nggak ribet. Untuk acara santai nggak lebai, untuk formal nggak aneh. Pokoknya kalau mau cepat, ini terbaik lah. Apalagi bentuknya yang flat itu, berhasil banget menyamarkan postur petite-ku. *hihi


2.  High Waist A-Line Dress
High waist A-line dress ini adalah model dress dengan bawahan melebar dan potongan di atas pinggang.


High waist A-line dress biasanya menjadi andalanku untuk pergi ke pesta alias kondangan*haha. Bagian terbaiknya ada di potongan pinggang yang tinggi, sehingga menampilkan kesan kaki yang panjang. Sedangkan bentuk A nya sendiri berhasil untuk menimbulkan kesan mewah dan elegan. Widiiiih..


3. Dress dengan Aksen Tali atau Karet Pinggang 
Aksen tali maupun karet di pinggang ini akan sempurna jika paduannya dengan high waist dress, karena dia bisa mempertegas potongan pinggang yang tinggi. Tentunya berdampak pada ilusi tubuh terlihat lebih tinggi juga.

SHOP iLOTTE.com

Jika aksen tali berada pada bagian depan, aku biasanya memilih yang ukurannya kecil. Jika terlalu besar dia akan menciptakan kesan numpuk di bagian perut.


4. Ukuran Proporsional
Untuk kita yang berjilbab, perihal ukuran nggak bisa main-main. Maunya yang longgar biar nggak mengekspos bentuk tubuh, tapi malah bikin tenggelam. Mau yang agak fit body biar ada kesan tinggi, mikir ulang, "Aneh dong kalau pakai jilbab tapi bajunya ketat?"

Satu-satunya cara, kita harus yakin betul bahwa ukurannya proporsional. Pas, nggak kebesaran, nggak kekecilan, nggak kepanjangan, nggak kependekan.

Maka dari itu sebelum membeli, ada baiknya kita lebih teliti dan selektif. Jangan sampai hanya karena mode, lantas mengabaikan ukuran. Apa yang tersedia langsung dibeli. Kalau sampai kalian mengalami situsai dilematis seperti itu, yakinilah itu bukan satu-satunya yang terbaik. Siapa tahu toko lain punya*wkwk


5. Jenis Kain
Untuk aku pribadi, jenis kain ini ngaruh banget. Ada kalanya dengan mode dan bentuk yang sama, satu baju bikin langsing yang lain bikin berisi. Ada juga dengan ukuran yang sama, yang satu bisa menyamarkan bentuk tubuh, yang lain malah ekspos di mana-mana.

Sejauh ini, yang paling compatible di aku sih seperti twistcone, crepe, sifon, beberapa jenis satin dan katun.

6. Warna dan Motif
Warna dan motif ini aku cenderung nggak bermasalah. Cuman, yang sering aku beli sih gini :

1. Warna solid
2. Satu warna dengan satu atau dua motif besar
3. Boleh penuh motif tapi kecil-kecil

Bagi kalian yang menyukai banyak warna atau motif sah-sah aja kok. Tapi aku memilih yang sedikit atau kecil saja, karena jika terlalu banyak warna maupun motif di tubuh yang mungil ini, kesannya akan riweuh. Ya nggak sih?


Don'ts



1. Fishtail Dress
Fishtail dress ini merupakan bentuk pada bagian bawah rok atau dress yang dibuat melebar seperti ekor ikan.

Photo by shutterstock

Untuk model ini aku benar-benar merasa nggak cocok, pernah pakai satu kali dan kapok. Rasanya memperjelas ukuran kaki yang kurang tinggi alias pendek.

Sepertinya fishtail dress ini paling cocok untuk pemilik kaki jenjang ya? Tapi entah kenapa ada beberapa teman yang juga bertubuh petite terlihat baik-baik saja lho dengan model ini. Hmm *mikir keras


2. Empire Waist Dress
Photo by Edwin Andrade on Unsplash

Empire waist dress ini sekilas tampak mirip dengan high waist dress. Jika high waist memiliki potongan di atas pinggang, maka empire waist lebih tinggi lagi, di bawah dada.

Aku pernah memakai model ini beberapa kali. Aku sih biasa-biasa aja, tapi ibuku selalu komplain.

"Apaan sih Nov? Pakai yang lain aja, kayak ibu hamil tuh!"

Kemudian aku menyerah hahaha..


3. Kimono Sleeve
Kimono sleeve ini adalah model lengan baju yang dibuat melebar seperti pada kimono (pakaian tradisional Jepang).

Photo by shutterstock

Dulu waktu kimono sleeve ini booming, aku bahkan sempat ikut bikin baju dengan kombinasi lengan seperti itu. Hasilnya underexpected dan parahnya baju itu digunakan untuk acara penting.

Aku kurang ngerti juga gimana jelasnya, tapi sepertinya bentuk tangan yang  lebar dan jatuh bikin bagian bahu seakan-akan turun. Nggak tegak gitu. Badan jadi terlihat makin kecil dan bervolume juga. Hmm..

Seperti yang aku katakan di atas. kalau kita baiknya mengenali bentuk tubuh dulu.

Pada dasarnya meski sama-sama petite, bentuk tubuh masih ada pembagiannya lagi. Ada yang diibaratkan dengan buah-buahan seperti pear, apel dan pisang. Ada juga yang diibaratkan dengan jam pasir.  Meski nggak terlalu mencolok, baju yang cocok untuk bentuk tubuh pear bisa memberikan kesan yang lain saat digunakan pada si tubuh apel. Ya kurang lebih begitu.

Nah, kalau dari do's and don'ts yang aku bagikan kali ini masih belum cocok, mungkin kalian bisa coba ke iSTYLE.id. Sangat banyak inspirasi seputar fashion di sana dan yang pastinya up to date. Tinggal kalian kembangkan dan sesuaikan dengan diri sendiri, deh.

Nggak cuma tentang fashion, di iSTLYE juga ada info-info seputar hobi dan lifestyle loh. Penulisannya yang ringkas dan to the point menurutku cocok juga untuk kalian yang perlu ide cepat atau sekedar killing time pas lagi suntuk. Kalau buat aku yang sering blank ditengah-tengah nulis sih, itu nolong banget hahaha..

Pernah terjadi nih. Saking asiknya ngeklik sana-sini, yang di awal cuma baca tentang baju, lama dibaca..

..dibaca..

..dibaca...

nggak berasa tahu-tahu sampai ke info makanan πŸ˜„

Atau yang lebih random lagi malah nyasar mantengin produk-produk DIY (Do It Yourself). Maklum aku orangnya emang gitu πŸ˜†πŸ˜†

#CelebrateLifeWithiSTYLE 

4 komentar:

  1. soal memilih baju kadang kita memang harus pintar menyiasati ya kalau bentuk tubuh kurang proporsional. Aku sendiri sukanya gamis yang ada potongan highwaist karena bikin badan jadi tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak setuju banget hihi 😁

      Hapus
  2. Postingannya sesuai sama apa yang lagi aku cari nih, Mbak. Tubuhku juga petite, makanya suka enggak pede kalau mesti pake dress gini. Terima kasih, infonya bermanfaat banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sama sama mbak 😊😊

      Hapus

Like Us

Google+

Media Sosial

Part Of

Blogger Perempuan
PENABLOGGERBANUA