Senin, 26 Maret 2018

Bapandiran Blog Bicara Teknik Dasar Kepenulisan



Pertengahan bulan Februari lalu aku memutuskan bergabung dalam sebuah komunitas blogger di Banjarmasin, namanya Pena Blogger Banua (PBB). Tujuan utamanya agar aku dapat meningkatkan kinerja untuk konsisten menulis. Bonusnya, aku bisa ketemu banyak blogger yang lebih senior, sebagai wadahku tanya-tanya jika ada kendala. Nggak bisa dibohongi, ngeblog tanpa networking itu susah.

Hari minggu lalu, tanggal 25 Maret 2018, PBB mengadakan untuk yang kedua kalinya acara "Bapandiran Blog". Bapandiran Blog ini dalam Bahasa Indonesia berarti "Berbincang Blog" atau "Ngobrolin Blog". Secara garis besar, Bapandiran Blog bisa aku katakan sebagai acara yang memfasilitasi para blogger maupun yang punya minat dalam blog dan kepenulisan untuk bertemu dan berbagi ilmu. Sebab di setiap pelaksanaannya, Bapandiran Blog akan mengahadirkan tema berbeda yang masih berhubungan dengan dunia blogging. Materi biasanya disampaikan oleh seorang blogger anggota PBB dan seorang profesional di bidangnya (sesuai tema).

sumber : Instagram @penabloggerbanua
Hari itu Bapandiran Blog membawakan tema "Teknik Dasar Kepenulisan", yang pada sesi pertama diisi oleh Fatimah Aqila (selaku blogger yang juga anggota PBB dan editor Badangsanak.com) dan sesi kedua oleh Bapak Drs. Didik Trio Marsidi (selaku redaktur koran harian Banjarmasin Post). Waktu penyampaian materi dibagi menjadi 2 sesi.

Beruntungnya aku masih dapat mengikuti sesi kedua setelah di sesi pertama mendapat tugas untuk merigstrasi peserta. Dari apa yang bisa aku tangkap, materi Bapak Drs. Didik Trio Marsidi hari itu bisa dibagi menjadi 4 bagian yaitu, Risiko Menjadi Blogger, Peran Blogger, Kriteria Tulisan Komunikatif, dan Tips Mudah Menulis.

1. Risiko Menjadi Blogger

Pembahasan ini terletak paling depan untuk mengingatkan kita bahwa menjadi penulis blog juga punya rambu-rambu yang harus dipatuhi. Terlebih setelah disahkannnya UU ITE, para blogger harus ekstra hati-hati, salah-salah tulisan kita bisa diperkarakan.

Meski pun tulisan tersebut murni hasil karya sendiri, namun ketika telah diunggah itu bukan lagi milik kita. Tulisan tersebut telah menjadi milik publik. Jika didalamnya berisi hal-hal yang melanggar hak cipta, ujaran kebencian (hate speech), informasi pribadi orang lain (semacam foto) tanpa izin sebar, dan sejenisnya, kita sebagai penulis bisa dengan mudah dituntut.

Apalagi blogger ini berdiri secara mandiri, tidak dinaungi badan apa pun. Jika sampai terjadi masalah terkait pelanggaran, mau tidak mau ya hanya kita sendirian yang pasang badan.

2. Peran Blogger

Kehadiran blogger kini sudah mulai menjadi pertimbangan di dunia jurnalistik. Tidak bisa dipungkiri, di zaman akses serba mudah, blogger hadir menjadi solusi untuk menggapai masyarakat. Menyampaikan informasi dengan lebih komunikatif dengan memberikan pengertian terhadap masalah dan info terkini secara sederhana lewat sudut pandang penulis blog.

Namun, dengan akses serba mudah jualah jumlah blogger kian hari kian meningkat. Setiap harinya para pemilik blog berlomba-lomba menyajikan konten yang menarik minat baca. Jika kita tak pandai-pandai mengolah kata yang ringan, menulis tanpa memperhatikan susunan antar kalimat, maka orang bebas keluar dan memilih blog lain. (Solusinya ada di bagian 3)

3. Kriteria Tulisan Komunikatif

Sebelumnya, pengertian tulisan komunikatif sendiri merupakan tulisan yang bisa mengajak pembaca terlibat di dalamnya, seolah-olah sedang berbincang, membuat pembaca bisa membayangkan dan memposisikan diri dalam tulisan tersebut.

Kriterianya pun sederhana, hanya ada 3:
a. Ada pokok berita
b. Ada pemecah masalah
c. Kalimat yang mudah dimengerti.

Masalahnya adalah membuat kalimat yang mudah di mengerti itu tidaklah mudah, padahal ini juga yang menjadi kunci agar pembaca mau membaca dan kembali lagi ke blog kita. (Mengenai cara-caranya ada di bagian 4)

4. Tips Mudah Menulis

Meskipun menulis adalah kegiatan yang pasti dilakukan seorang blogger tetap saja tulisannya tidak selalu sempurna. Ada kalanya tulisan yang dibuat terasa datar, membosankan dan sulit dipahami, atau bahkan tidak menemukan ide untuk menulis.

Nah, tips ini akan aku bagi dalam beberapa poin.

a. Ide

~ Hal lumrah ketika ingin menulis kita tidak punya ide, tapi ada kalanya ide muncul sendiri saat kita beraktifitas. Maka dari itu, apa pun dan kapan pun ide tersebut mucul, catat. Saat kalian melwatkannya, dan berniat untuk langsung menuliskan nanti saja, bisa dipastikan ide tersebut ikut lewat, hilang dan lupa.

~Ada ide tapi bingung bagaimana harus memulai tulisan?
Alinea pertama menjadi kesan pertama bagi pembaca, jika baik maka pembaca akan terus membaca, jika sulit, pembaca akan mudah meninggalkan. Karenanya kita sering sibuk memikirkan apa yang harus kita tulis, ide-ide yang muncul rasanya berhamburan dan mengacaukan pikiran. Padahal solusinya hanya satu, tulis.

Mulailah dengan menulis apa saja, tulis kegiatan apa yang baru kamu lakukan, ceritakan. Biarkan tulisanmu mengalir dengan sendirinya, menceritakan apa pun, hingga akhirnya kamu sampai pada ide yang ingin kamu kembangkan, terus lanjutkan hingga pembahasanmu selesai.

Di akhir, kalimat-kalimat perjalanan ngalor ngidul yang tidak berhubungan dengan topik, bisa kamu hapus. Intinya adalah mulai langsung tulis, biarkan mengalir, dan revisi di akhir.

b. Tulisan terasa datar, membosankan dan sulit dipahami

~ Dalam beberapa hal kita tidak bisa terus menerus membuat tulisan panjang, karena nyatanya sebagian besar pembaca lebih menyukai yang pendek, ringkas namun tetap informatif. Maka dari itu sesekali cobalah membuat tulisan pendek agar pembaca mau membaca sampai selesai dan tidak keburu bosan.

~ Untuk tulisan panjang, usahakan memakai kalimat dan penulisan yang "renyah". Renyah di sini bukan berarti melanggar kaidah EYD apalagi menggunakan bahasa slang dan alay. Kita tetap menggunakan Bahasa Indonesia sesuai pedoman namun kosa kata yang dipilih terbilang ringan (bukan yang biasa digunakan dalam artikel ilmiah).

Kriteria "renyah" ini juga dilihat dari penyusunan kalimatnya. Pada artikel panjang usahakan jangan dibuat terlalu rapat. Beri ruang untuk mata pembaca dari rentetan huruf-huruf, karena wadah baca kita bukan buku melainkan gadget. Bahkan lebih didominasi smartphone dengan luas layar yang bisa dibilang terbatas.

Sebagai pembatas, pada setiap 4 alenia bisa di buat poin baru dengan bullet atau numbering, dan bisa juga dengan menambahkan foto.

~ Pada saat menulis pastikan tidak memaksakan diri. Jika sudah lelah atau moodnya tidak mendukung lebih baik istirahat, karena jika diteruskan hasilnya bisa tidak maksimal. Parahnya tulisan bisa menjadi rancu dan jadi sulit dimengerti.

Nah, inilah ilmu hari itu yang bisa aku bagikan di sini, meski sebenarnya yang aku tulis ini belum semua. Seperti materi 5W1H, hari itu pun ada dan dijelaskan secara rinci. Namun, karena ada beberapa hal, aku harus keluar ruangan, sehingga tidak sempat mendengarkan. Semoga yang sedikit ini bermanfaat ya :)


Dokumentasi kegiatan Bapandiran Blog dari Pena Blogger Banua (PBB). 
(Sumber : Instagram @penabloggerbanua )

Penyampaian materi oleh Bapak Drs. Didik Trio Marsidi
Penyampaian materi oleh Fatimah Aqila

Foto bersama seluruh peserta
Foto bersama aggota Pena Blogger Banua (PBB)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Like Us

Google+

Media Sosial

Part Of

Blogger Perempuan
indonesian hijab blogger
PENABLOGGERBANUA