Senin, 12 Februari 2018

Cara Mengetahui & Menghindari Akun Palsu (Fake Account) di Instagram


Kenapa akhir-akhir ini instagram jadi kayak sarang akun palsu ya?

Terus menerus melakukan pembaruan dari fitur hingga keamanan, sepertinya tidak menambah kesulitan bagi pemilik akun palsu. Malah seakan membuat mereka terus berkembang mengiringi perkembangan instagram. Ibaratnya nih, makin rapat kita tutup rumah, makin banyak orang yang penasaran mau lihat.

Akun palsu atau yang lebih akrab kita sebut fake account ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kegunaannya, ada yang dibuat untuk menipu konsumen, dibuat untuk diperjualbelikan, dan ada yang digunakan untuk memantau (stalking), yang lebih parah bahkan sampai teror. Nah yang kali ini jadi perhatianku adalah akun palsu untuk stalking.

Tindakan stalking oleh akun palsu ini mungkin masih bisa diabaikan jika mereka cukup sampai  menonton cerita (Story) atau menyukai kiriman. Namun, ketika mereka bahkan berani mengirim direct message (dm), yang bagiku itu sudah dilewat batas, maka harusnya ditindak tegas. Apa pun isinya, itu termasuk tindakan tidak menyenangkan dan jelas mengganggu.

Seperti yang dialami teman-temanku ini. Sebelumnya aku sudah meminta izin untuk menampilkan pesannya dan memotong bagian yang tidak pantas dibaca. Berikut 2 direct message yang masih mungkin untuk aku bagikan di sini :

Yang pertama dari akun kiansantang27. Beruntung sekali Melati ini diberi perhatian kian santang.
Temanku (mari kita sebut Melati *πŸ˜„) mengaku dia benar-benar tidak tahu ini akun siapa. Si kiansantang27 selalu tahu tentang aktivitasnya di instagram meski mereka tidak saling mengikuti, meski Melati memprivat akunnya. Chat di atas hanya sebagian, beberapa hari yang lalu  kiansantang27 kembali mengirimi Melati pesan.

Yang kedua dari akun abon_capung. Entah akun apa ini, mungkin dia jualan abon berbahan dasar capung.
Ini dari teman yang berbeda ((mari kita sebut Mawar *πŸ˜„). Mawar mengaku sepertinya kenal dengan pemilik akun abon_capung, karena sebelumnya dia baru memblokir akun seseorang. Itu baru dugaan sehingga dia memilih tidak menghiraukan dari pada harus memastikan. Kayaknya memang ada masalah sih di antara mereka.

Akunku pun sempat menjadi sasaran akun palsu, hanya saja tidak separah mereka. Mungkin tipe silent, yang cukup hanya memantau tanpa perlu action. Meski begitu aku tetap tidak nyaman.

Memang ada orang yang nyaman hidupnya dipantau?

Tentang dari mana aku tahu bahwa akun tersebut palsu, aku bertanya dengan temanku. Kali ini mari kita sebut dia, Bunga *πŸ˜„, untuk urusan instagram aku memang sering konsultasi dengannya. Sebagai pemilik online shop yang fokus di Instagram, Bunga bisa dikatakan ahli untuk membedakan mana akun manusia mana akun palsu. Intensitasnya berhubungan dengan pelanggan dan saingan bisnis membuatnya belajar banyak mengenai akun-akun di Instagram.

Bukan hanya itu, dia juga punya akun palsu. Akun palsu buatannya bisa aku bilang sangat rapi, jika bukan temannya aku pasti terkecoh. Setahuku, akun palsu miliknya banyak digunakan untuk mengamati pangsa pasar. Agak berat sih, aku kurang paham masalah itu, pokoknya dia ahli *wkwk.

Nah kali ini apa yang aku tahu dari Bunga akan aku bagikan di sini. Serius bukan mengajak berpikiran buruk, hanya ingin lebih banyak yang tahu agar tidak terkecoh seperti aku dulu. Semoga niatnya tersampaikan dengan lurus. 

Berikut 7 ciri akun palsu yang biasa kami temui : 

1. Tidak dikenal

Poin pertama dan utama adalah kamu nggak kenal akun tersebut milik siapa. Teman dan orang terdekatmu juga nggak kenal. Tidak ada riwayat teman bersama. Ya kalau kenal sih nggak perlu curiga juga, jelas bukan palsu wkwk

2. Hampir Tidak Pernah Absen Menonton Cerita (Story)

Kami biasanya mulai curiga jika mereka melakukan ini. Akun yang tidak dikenal tapi selalu menonton cerita, bahkan menyukai setiap kiriman terbaru. Meningkat jadi waspada, jika sampai berani mengirim direct message. Alasannya mungkin sederhana, karena mereka memang mau tahu banget tentang kamu. Kamu di mana, dengan siapa, sekarang berbuat apa~ *kangen band detected!

3.  Status Akun

Kebanyakan dari mereka membuat akunnya bersifat privat alias dikunci. Ya fungsinya sih biar nggak keliatan aja isi kirimannya apa. Toh dikunci juga, isinya pun jadi sembarangan, yang penting nggak kosong. Hasil nyomot dari berbagai tempat, entah google atau mungkin akun orang lain.

Kebanyakan lho ya, jangan bentar-bentar liat yang privat dikira palsu, hmm.

4. Jumlah dan Isi Kiriman

Kami biasanya mencurigai akun dengan jumlah kiriman yang sangat sedikit, bahkan nggak jarang malah kosong. Namun baru-baru ini, ada juga akun palsu yang berkedok sebagai online shop, yang biasanya punya kiriman dengan jumlah yang cukup. Lumayan sih, belasan, tapi isinya foto berbagai macam benda yang nggak karuan. Nggak jelas dia jualan apa.

Bukan bermaksud apa-apa, tapi logikanya, mana ada online shop sering nonton cerita orang. Ngurusin dagangan aja sudah ribet kan? Paling banter mereka marketing dengan mengikuti dan menyukai beberapa foto, udah. Kalau nggak kita ikuti balik, di-unfollow (berhenti ikuti) sama dianya. Seringnya sih gitu, bener nggak? 

5. Pengikut (Follower)

Biasanya jumlah pengikut dari akun palsu ini sangat amat sedikit. Paling berapa puluh, paling banter ratusan, jarang kalau sampai ribuan, kecuali dia ahli. Logikanya sih, jarang kan ada orang mau mengikuti akun yang nggak dikenalnya dengan jelas, kecuali dia emang lagi nyari pengikut dan menganut prinsip "following (siapa aja) for follow back". Namun, yang kayak gini pun biasanya kalau sudah di-follow back, di-unfollow lagi sama dia. Hahaha..

6. Mengikuti (Following)

Nah ini! Karena akun palsu yang dimaksud di sini adalah akun palsu yang berfungsi sebagai alat stalking, mereka biasanya punya jumlah mengikuti yang sangat banyak, minimal lebih banyak dari jumlah pengikutnya. Jumlah mengikuti ini pun kadang nggak semuanya dikenal pemilik akun, sebagian hasil "titipan" teman, wkwk. Maka lambat laun akun itu menjadi alat-stalking-bersama.

Sehingga, nggak jarang jika pada prakteknya akun palsu dikendalikan oleh beberpa orang sekaligus.

Untuk isi atau orang-orang yang diikuti oleh si akun, bisa dicek jika dia tidak mengunci akunnya. Di sana bisa dilihat siapa saja orang-orang yang dia ikuti selain kita, siapa tahu ada teman kita salah satunya, atau ternyata malah banyak akun nggak jelas.

Aku punya pengalaman cukup aneh. Ada sebuah akun yang mengikutiku dengan  90% akun yang diikutinya adalah akun-tidak-senonoh. Aku nggak habis pikir, apa menurutnya akun dengan foto pemandangan dan jumlah postingan belasan itu termasuk tidak senonoh dan nggak lulus sensor? Jahad kamu maz!

7. Jika Kita Mengikuti, Dia Tidak Akan Mau Menerima

Ini yang biasanya membuat kami paling yakin. Sebuah akun yang memenuhi poin nomor 1-6, mengikuti akun kami, tapi ketika diikuti balik nggak mau menerima. Terus menerus didaftar tunggu, nggak di-accept sama dianya.  Aneh dong?  Sukarela banget mengikuti kita. Giliran diikuti balik kok nggak mau, bukannya lumayan juga pengikut dia jadi nambah?

Noted :
Pengalaman menunjukkan, 7 dari 10 akun palsu yang menjadi pengikut kami memiliki 7 ciri di atas. Make sure, kamu jangan marah-marah jika menemui akun dengan ciri di atas, selama dia tidak mengganggu, cukup hindari.
Lalu siapa 3 dari 10 nya?

3 dari 10 itu adalah akun asli. Aku sendiri bahkan punya teman yang mengarsipkan semua fotonya hingga 0, ada juga yang jumlah mengikutinya sangat banyak sedangkan pengikutnya sedikit. Maka dari itu, ciri ini cukup dijadikan pegangan, bukan patokan.

Nah, masalah akun palsunya kan sudah cukup jelas nih. Sekarang aku mau membagikan sedikit solusi untuk kalian yang mengalami gangguan oleh oknum akun palsu.

Berikut beberapa cara menghindari akun palsu :

1. Buatlah Akun Menjadi Privat

Dengan privat, nggak sembarang orang bisa masuk dan melihat aktivitas kamu. Kamu pun bisa bebas mau membagikan apapun bersama orang-orang terdekat.

2. Ketika Sudah Privat, Jangan Menerima Sembarang Orang

Kadang agak aneh ya, tapi privat, tapi siapa aja yang mengirim permintaan berteman diterima. Jika akun kamu sudah privat, pastikan dulu orang yang kamu terima berteman adalah orang yang kamu kenal. 

Caranya?

Jika akun tersebut tidak privat, kamu bisa lihat daftar pengikut dan mengikutinya. Jika privat, kamu bisa lihat daftar teman bersamanya. Sebelum kamu terima, kamu juga bisa menanyakan dulu pada teman-teman akrabmu, siapa tahu dia adalah teman dari teman dari teman dari teman dari teman dari teman dari temannya teman kita, sudah jauh deh silsilahnya, wkwk. 

3. Buat Daftar "Teman Dekat"

Instagram sudah sangat maju dalam menjaga privasi pelanggannya. Sekarang mereka memberikan sarana agar kita bisa membagikan foto dan cerita kita hanya pada orang-orang tertentu saja. Sehingga, dengan membuat daftar teman dekat, kita bisa dengan mudah membagikan postingan tanpa harus takut dilihat oleh orang yang tidak kita mau. Memang harus sedikit usaha untuk menelaah satu-satu dan masukkan ke dalam daftar.

Bagi yang belum tahu, fitur teman dekat ini bisa ditemukan di halaman profil instagram kalian. Ditandai dengan lambang bintang
Cara menggunakannya; Pastikan sebelum membagikan postingan, kalian klik terlebih dahulu lambang bintangnya.

Cerita (Story)
Kiriman
4. Sembunyikan Cerita (Story) dari Orang Tertentu

Ini juga fitur yang baik dari instagram, hanya saja khusus untuk cerita (story). Jika kalian tidak ingin ceritannya dilihat sembarang orang, kalian bisa atur untuk disembunyikan. 

Ada 2 cara. Yang pertama melalui profil orang yang bersangkutan. Buka halaman profilnya, klik tombol 3 titik di pojok kanan atas, maka akan muncul daftar pilihan di sana. Kalian pilih pada tulisan "Sembunyikan cerita anda"



Yang kedua melalui halaman profil kita sendiri. Buka profil akun kalian, klik tombol 3 titik di pojok kanan atas, masuk ke pengaturan cerita dan tandai orang-orang yang tidak kalian izinkan menonton. Jangan lupa disimpan dengan memilih tanda ceklis setelahnya.





5. Hanya Posting yang Baik dan Tidak Bersifat Informasi Pribadi

Jika ke-4 cara di atas tidak ingin kalian gunakan, maka ini adalah yang paling aku anjurkan. Usahakan untuk selalu menjaga setiap apapun yang kita bagikan. Mulai terapkan sistem "Think Twice Before You Share", seperti yang pernah aku bahas pada postingan sebelumnya (baca juga : Media Sosial, Bebas, Cerdas, Pantas). Berusahalah sebisa mungkin tidak perlu membagikan informasi pribadi. 

Misalnya, pagi-pagi update bangun tidur, tiket pesawat mau kemana, foto dengan aurat di mana-mana, selfie sehari 10 kali, update cerita sepanjang rel kereta api, marah dikit update, dikit-dikit ngeluh, panas dikit update, hujan dikit update, beli barang update, buang hajat update. Kalau kayak gitu caranya, kalian sama aja bikin hidup akun palsu sangat berbahagia.

Nggak banyak usaha dia. Akun kalian nggak di-privat, privasi nggak dijaga, semua hal dipamer-pamerin. Ya jangan salahin akun palsu jika selalu pingin ngeliatin. Hehehe

6. Langkah Terakhir, Blokir dan Laporkan

Jika ke-5 cara di atas sudah diterapkan, tapi tetap ada akun palsu yang mengganggu, seperti yang terjadi pada teman-temanku, maka satu-satunya cara adalah "Blokir" dan "Laporkan". Ajak teman-teman kamu untuk melaporkan akun tersebut.


Hanya yang mengganggu ya. Jika tidak mengganggu dan sekedar diyakini palsu, kayaknya cukup diblokir deh. Agar dia tidak bisa melihat aktivitasmu. Sebaiknya tidak perlu dilaporkan, karena mungkin saja dia bukan akun palsu.



Mungkin sekian tips dari aku, semoga bermanfaat. Tapi, bagi yang akunnya digunakan untuk bekerja seperti blogger, fotografer, influencer, apapun deh yang menggunakan media sosial, kayaknya sedikit banyak akun palsu ini malah ngebantu ya? Lumayan kan nambahin follower hahaha

Silahkan tinggalkan komentar dan cantumkan alamat website kamu ya, biar aku bisa berkunjung. Terimakasih telah membaca:)

13 komentar:

  1. Wah tulisannya lengkap banget!
    Ga cuman sekadar bikin waspada tapi sampe dikasih solusinya juga!
    Bagus nih! Tulisannya jadi padat banget.
    Semoga bisa tetap konsisten untuk bisa nulis selengkap ini. Karna aku tau pasti ga mudah bikin tulisan yang kaya gini, ada banyak yang waktu yang dihabiskan untuk bisa sampai terbaca oleh yang lain.

    Semangat!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe thanks before sudah baca. Iya aamiin, harus kudu wajib semangat :)

      Hapus
  2. Makasih info dan tipsnya mbak.
    Aku sebenernya sudah paham dengan fungsi teman dekat. Cuma... belum pernah coba. dan sejauh ini masih enjoy aja. Mau stalking silakan.. selama nggak ganggu atau ada ujaran kebencian dan ancaman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap sama-sama kak,
      Iya kak kembali ke penggunanya masing-masing juga, aku sendiri pun belum sepenuhnya menggunakan fitur-fitur di atas hehehe

      Hapus
  3. Kak bantuin aku dong,aku lagi di di incer, stalking dan di dm (sesuai artikel kakak diatas) akun palsu. Aku mau kakak bantuin aku cara melacak orang tsb, karena dia amat sangat mengganggu,tapi untungnya dia hanya meneror cinta gitu hehe,nama akunya gk jelas angka semua, fotonya gak ada, followersnya gak ada, dan yang lebih parahnya lagi dia memfollow akun saya semua (termasuk akun lama,tidak dipakai) tidak memfolow siapa-siapa kecuali aku kak. Tolong bantu aku buat me lacak keberadaan dia kak. Trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah serem juga ya, tapi maaf banget aku nggak bisa bantu untuk melacak huhu :(

      Seperti di artikel, aku membagikan ciri akun palsu agar bisa dihindari bukan untuk dilacak. Saran aku (seperti di artikel), akun kamu di-privat aja dan karena kamu sudah tahu mana akun palsu tersebut, langsung block dan report, biar dia di-banned sama pihak instagram.

      Semoga membantu ya:)

      Hapus
  4. Kakakk blh mnta kontak tmen kaka yg bs ngetahuin saap yg pake fake account nda?:( soalna w d kirim dm lwt fake account n gw msih ga trlalu yakin kl orng yg gw kiraen ntuh pake fake account ngedm hate gw :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh maaf banget, itu privasi dia dan aku nggak bisa bagiin kontak temen aku :(

      Saran aku, karena akun palsu tsb sudah berani dm hate, kamu block dan report aja, biar dibanned sama pihak instagram. Untuk menjaga privasi kamu, boleh juga untuk privat akun kamu dan sembunyikan story. Semoga membantu ya:)

      Hapus
  5. Skrg lg malas pake instagram..gak obsesi difollow atau tersorot biar jd terkenal. Makany, sementara saya hapus aplikasi ig d hp. Mngalami gamang mau diapakan dn dbgmnakan ig. Bosan dn gak trlalu pngen ngumbar momen khdupan pribadi. Bikin candu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keputusan besar dong kak sampai hapus aplikasinya. Emang sih ig ini sekarang makin ribet, malah terkesan nyusahin, tpi aku sendiri masih belum bisa kalo harus lepas sepenuhnya hihihi

      Hapus
  6. Kak klo akun di private bisa dilacak ga? Ane abis ketipu beli:(

    BalasHapus
  7. kak,, saya diteror akun palsu,, boleh bantu buat dilacak kak? sepertinya teman kerja, tapi tidak tahu siapa orangnya.. kmana saya bisa minta tolong untuk melacak orang itu ada dimana?

    BalasHapus
  8. Tlong bantu saya.. Bagaimana cara mengetahui nomor yang terhubung di instagram.. Ada yang meneror saya dan saya liat yang terhubung di kontak... Ada di akun yang terhubung di contact... Tlong dengat sangat siapa saja yang bisa bantu..

    BalasHapus

Like Us

Google+

Media Sosial

Part Of

Blogger Perempuan
indonesian hijab blogger
PENABLOGGERBANUA