Senin, 25 Desember 2017

#2018GOALS : Mengubah Hobi Menjadi Komitmen Dan Belajar Konsisten Menjalaninya



Dari kecil aku memang sering menulis, entah sekedar tulisan curhat atau bahkan puisi. Jangan membayangkan aku berprestasi di bidang itu ya, aku hanya menjadikannya hobi. Aku tidak bisa mempertanggungjawabkan esensi keindahannya, wkwk.. Hobi itu tidak membuatku hanya suka menulis, aku jadi suka mengumpulkan macam-macam notebook. Jadi, setiap ke toko buku aku selalu beli notebook baru, entah kenapa kalau lihat buku lucu bawaannya pengen nyoretin aja. Sayangnya buku-buku tersebut kini tak tahu rimbanya, entah hilang dimana, huhu..

Semenjak munculnya smartphone, aku berhenti menulis di buku dan beralih ke handphone serta media sosial. Untuk menjaga kerahasiaan, aku tidak menulis di akun media sosial pribadi melainkan di akun terpisah dengan nama pena. Aku terlalu malu dan tidak cukup percaya diri membiarkan orang membacanya. Aku takut jika tulisanku akan diejek atau bahkan nggak diapresiasi.

Di tahun 2011, tepat di tahun kedua ku menjadi murid SMA, aku menemukan alternatif baik untuk hobiku, yaitu blog. Di blog aku berani menulis dengan namaku sendiri, tapi aku tetap merahasiakan dari teman-teman dan orang tuaku. Jika pun akhirnya tulisanku ditemukan orang lain di internet sana, aku tidak perduli toh aku pasti tidak mengenalnya.  

Sejak saat itu, hingga bulan Oktober 2017 lalu, blog ku masih aktif dengan alamat rmulanova.blogspot.co.id. Aku masih tetap menulis di sana meski tidak rutin. Ada banyak kegiatan yang menjadi prioritasku selama itu, dari Ujian Nasional, Seleksi Masuk Perguruan Tinggi, hingga yang terberat dan yang terlama yang baru saja aku lewati, yaitu Skripsi.

Kini, setelah menyelesaikan kuliah dan belum bekerja aku jadi lebih sering mengunjungi blog ini dan menulis, meski nggak semuanya aku publish. Baru-baru ini aku bahkan mantap untuk memutuskan pindah domain menjadi rmulanova.com. Mungkin kalian berpikir, kenapa setelah lulus kuliah aku malah menulis bukannya melamar pekerjaan?

Antusiasme ku terhadap blog muncul (lagi) juga karena melamar pekerjaan kok. Aku pernah satu kali mengisi form secara online dalam sebuah lamaran pekerjaan, salah satunya menanyakan perihal website.
Apakah anda memiliki website pribadi?

Aku cukup terkejut, pikirku zaman rupanya sudah jauh berubah, ketika website bisa menjadi penilaian seberapa baik seseorang mengimbangi zaman dengan mengenal dan menggunakan internet serta segala fasilitasnya. Aku pun langsung membuka lagi blogku dan berbenah, agar jika pihak perusahaan memang memeriksanya, itu sudah cukup baik. Namun lucunya, aku kemudian membatalkan lamaranku. Aku teralih pada blog, berbenah total, pindah domain, hingga publikasi. Iya publikasi, hal yang aku takuti. Pada akhirnya aku merasa “masa bodoh”, mungkin diejek bahkan lebih baik, bukannya itu berarti mereka membaca, wkwk.

Inilah yang kemudian menjadi resolusiku di 2018 mendatang, yang ku namai #2018GOALS.

1. Program 1 Artikel Perminggu




Kelihatan kayak nggak penting banget ya untuk dijadikan resolusi?
Namanya ngeblog kalau mau serius ya memang harus kudu wajib sering-sering dan konsisten posting artikel, malahan katanya kalau bisa satu artikel perhari. Wah! Tapi buat aku ini agak susah.

Selain menulis, aku juga punya kegiatan untuk membantu usaha orang tuaku. Semula, segala macam printilan untuk usaha ini diurus sendiri oleh orang tuaku. Makin kesini tuh mereka makin kewalahan, karena kebisaan anaknya ini cuma pegang laptop, jadilah aku ambil bagian di administrasi. Awalnya aku kira semua bakal lancar-lancar aja, toh sama-sama pegang laptop pasti bisalah sambil ngetik artikel. Nyatanya, makin kesini malah ribet sendiri. Malah sempat kaget waktu baru-baru ngejalanin, nggak nyangka kerjaan admin itu capek juga. Untuk mensiasati, makanya aku harus buat program 1 artikel perminggu, biar kerjaan aman dan blog tetap hidup.

2. Bisa Berpenghasilan Dengan Google Adsense (GA) 




Mungkin ini resolusiku yang perlu usaha banget. Kalau para blogger senior sih pasti sudah akrab banget sama yang namanya GA. Bagi yang awam sepertiku, sederhananya google adsense merupakan salah satu layanan dari google yang bisa memberikan untung (berupa uang) bagi pemilik situs internet atau blog yang bersedia menampilkan iklan di situs mereka, dan tentunya iklan tersebut harus dikunjungi oleh pengunjung blog, atau minimal diklik deh. Nah dari sanalah salah satu penghasilan pemilik situs internet didapat.

Sayangnya, dari yang aku baca juga di beberapa artikel, lolos menjadi mitra Google Adsense bukanlah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang websitenya menggunakan domain selain blogspot.com. Wajar sih. Dulu, ketika masih menggunakan blogspot.com, aku sama sekali belum tahu perihal Google Adsense. Sekarang, karena sudah terlanjur pindah domain dari blogspot.com ke domain.com, aku harus ekstra untuk menghidupkan blog ini. Sering-sering promosi dan blogwalking biar pembacanya nambah. Pengennya sih bisa cepet, kurang dari 6 bulan pembaca udah rame, ribuan bahkan. Menghayal ini sih ahaha. Tapi nggak ada yang impossible kan? Semoga deh bisa bener-bener accomplish tahun 2018. Aamiin.

3. Beli Kamera Fuji Film Instax Square 10 




Kalian sudah pada tahu belum kamera Instax SQ 10?
Serius aku baru banget tahu ini, dan lagi kepengen banget. Huhu..

Bagi yang belum tahu, kamera Instax merupakan kamera instan (bisa cetak poto langsung di badan kamera) yang diproduksi Fuji Film. Beberapa orang menyebutnya kamera polaroid, termasuk juga aku. Baru-baru ini aku tahu kalau Polaroid itu sebenarnya merk dagang kamera yang pertama kali mengusung tema cetak instan ini. Orang kita jadi terbiasa menyebut Polaroid, karena dulu dia satu-satunya. Sama kayak odol untuk pasta gigi, dan honda untuk sepeda motor, wkwk.

Nah, alasan aku ngarep banget sama si SQ10 ini adalah karena dia sudah mengusung fungsi digital, yaitu dengan disematkannya memory card di dalam kamera. Berbeda dengan pendahulunya, yang ketika foto di-take, otomatis dicetak. Dengan hadirnya memory card, foto yang kita ambil bisa disimpan, kita bisa bebas memilih foto mana yang mau digunakan dan terserah kapan mau mencetaknya. Harganya sih lumayan untuk sekelasnya, tapi menurut aku itu sebanding kok dengan keuntungan bahwa kita bisa lebih menghemat pengeluaran untuk bolak-balik beli kertas.

Gimana? Ada yang tertarik nggak nih? Aku sih banget. Pasti lucu deh jika tampilan tulisan-tulisan di blogku dihiasi foto hasil jepretan kamera instan, hihihi

4. Sehat Dulu Traveling Kemudian 


 
Traveling?  Hmm..
Percaya nggak percaya nih, sebetulnya aku bukan orang yang suka bepergian jauh dan ngegotong barang kesana kemari. Bahkan terkesan menghindari.

Alasannya?

Menurut aku traveling itu kegiatan yang akan menguras tenaga, sederhananya melelahkan. Memang sih sebanding dengan hiburan yang didapatkan. Tapi masalahnya, aku termasuk ke dalam kategori perempuan-yang-kalau-bepergian-bawaannya-kayak-mau-pindahan alias rempong. Nah dengan keremponganku itu, aku bakalan double lelah, lelah selama perjalanan dan lelah angkut-angkut barang. Sedangkan aku, nggak usah angkut-angkut barang dan bepergian jauh, kegiatan rutinitas aja ditambah makan nggak teratur bisa kelelahan dan nggak jarang kemudian sakit. Apalagi traveling, ngebayanginnya aja sudah serem sendiri.

Aku punya pengalaman bepergian ke luar kota selama 1,5 bulan, bukan jalan-jalan sih tapi praktek kerja lapangan (PKL). Selama di sana aku harus 2 kali bolak-balik ke dokter karena pusing berkepanjangan dan batuk pilek yang nggak sembuh-sembuh. Mungkin karena perubahan cuaca yang ekstrim, tubuhku pun “kaget”. Suhu di sana cukup dingin, untuk aku yang terbiasa dengan suhu hangatnya Kota Banjarmasin. Saking dinginnya bisa bikin spot jantung kalau mandi pagi, wkwk. Aku pernah kaget waktu mendengar percakapan warga sekitar, salah satunya menyatakan, “Tadi malam panas banget ya, kipas aja sampai nggak berasa”. Aku tertegun, mengingat di malam yang sama aku tidur bergulung selimut, hahaha..

Tapi kali ini aku benar-benar menginginkannya. Mungkin aku nggak suka traveling, tapi perjalanan singkat itu selalu bisa membuatku ingin lagi dan lagi untuk dapat membawa pulang banyak pelajaran, pengalaman, dan cerita. Jika bagi orang traveling adalah cara keluar rumah, maka bagiku traveling adalah cara menemukan (lagi) makna rumah, rasa ingin pulang.

Mengingat bahwa sakit datangnya nggak ngabarin dulu, rencanany pada traveling tahun depan aku akan menyediakan multivitamin untuk jaga-jaga. Belajar dari pengalaman aja sih, biar nggak terulang kejadian saat PKL. Kan nggak lucu sudah jauh-jauh bepergian, eh sampai sana waktunya banyak dihabiskan untuk istirahat. Nah rencananya, multivitamin yang akan aku bawa ini adalah Theragran-M. Sebelum memutuskan memilih Theragran-M, hal yang pertama aku lakukan adalah googling dan menemukan info sebanyak mungkin.

Kemasan Theragran-M

Dari pencarian itu, aku menemukan website resmi dari Theragran-M. Di sana mereka menjelaskan dengan rinci info kandungan dan masing-masing fungsinya, yang menurutku termasuk lengkap. Singkatnya, di dalam tiap tablet Theragran-M terkandung Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E, sedangkan mineralnya mereka memasukkan Magnesium, Zinc, Zat Besi, Iodium, Tembaga dan Mangan. 

Komposisi dalam tiap tablet salut gula Theragran-M

Dari sederet kandungan mineralnya itu, aku tertarik dengan adanya magnesium dan zinc. Dari beberapa artikel yang pernah aku baca, magnesium dan zinc ini berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh. Bukan berarti vitamin dan mineral lainnya tidak berfungsi ya, hanya saja kedua mineral ini memiliki peran yang lebih.


1.    Magnesium

Untuk magnesium sendiri, perannya dalam mengaktifkan enzim pada saat metabolisme sangat penting. Jika tubuh kekurangan magnesium, enzim yang berfungsi untuk metabolisme tidak bisa diaktifkan secara optimal, yang juga berarti proses metabolisme akan kurang maksimal, tubuh hanya akan memperoleh sedikit energi. Tubuh yang kekurangan energi akan merasa lelah tak bertenaga dan berimbas pada daya tahan tubuh yang ikut menurun. Selain itu magnesium juga memiliki peran pada otot, dia bekerja untuk merelaksasi otot, meredakan stres, dan meredakan ketegangan pada otot. Gejala kram di kaki dan kelelahan biasanya juga karena kekurangan magnesium. 

2.    Zinc

Jika magnesium membantu kekebalan tubuh lewat proses metabolisme, maka zinc mengatur kekebalan tubuh melalui tugasnya untuk mengaktifkan sel T. Sel T ini merupakan salah satu jenis sel darah putih atau sel yang mengatur sistem imunitas tubuh. Pada sistem imun,  sel T berfungsi sebagai “tentara” yang akan maju untuk mencari dan menyerang benda asing seperti bakteri, jamur, dan virus yang dapat menyebabkan penyakit. Jika tubuh kekurangan zinc, maka sel T akan sulit diaktifkan. Jika sel T yang aktif tidak cukup banyak maka tubuh akan mudah terserang penyakit. 

Melihat kombinasi kedua mineral itulah aku kemudian tertarik untuk memasukkan Theragran-M ke dalam list barang yang akan ku bawa saat traveling. Apalagi jika mengingat cuaca di tempat baru dan wisata kuliner yang sering merayu-rayu, beuh. Bayangan sih sudah paranoid aja tapi harus tetep optimis nggak sakit.

Loh bukannya bawa vitamin untuk diminum biar nggak gampang sakit ya?
Eh enggak.
Theragran-M ini vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Supaya kalau sakit jangan lama-lama, kayak waktu aku PKL itu lho. 
Di kemasan Theragran-M juga sudah tertera ya kegunaannya..
Sebaiknya vitamin dan mineral tambahan memang tidak dikonsumsi sebagai asupan rutin, cukup dikonsumsi setelah sakit sebagai bantuan tambahan untuk recovery. Lagipula vitamin dan mineral tersebut bisa kita dapatkan melalui asupan makanan sehat dan alami, itu cukup. Nggak hanya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga bisa berakibat fatal lho bagi tubuh. 

Oh iya, karena aku penasaran sama harga dan ketersediaannya, aku coba untuk mencarinya di apotek terdekat dari rumahku. Ternyata ada dan harganya terjangkau, menurut aku. Untuk yang berdomisili di Banjarmasin, harga Theragran-M di sini sebesar Rp 21.500,00 dengan kemasan 4 butir tablet salut gula per kaplet. Nah kalau gini kan enak, jika lupa atau ketinggalan, bisa langsung cari di apotek terdekat.

Nah ini dia tampilan antar-muka Theragran-M. Cie penasaran, wkwk
Adanya tanda lingkaran biru di kemasan Theragran-M ini menunjukkan bahwa dia bisa dibeli tanpa resep dokter dan dia juga sudah mencantumkan logo halal dari MUI lho. Jadi InsyaAllah aman, hihihi..

Jika kalian berminat menggunakan Theragran-M tapi mau tanya langsung ke mereka, kalian bisa langsung kunjungi forum tanya jawab Theragran dengan klik di sini ya. Kalian juga bisa konsultasi masalah penyakit lho, pertanyaannya dijawab langsung oleh dokter.

Itulah beberapa resolusiku di tahun 2018 mendatang. Sebenarnya nggak cuma empat ini sih, masih banyak. Sisanya aku tulis di notebook baru aku sebagai to do list. Akhirnya setelah sekian lama, balik ke notebook lagi, wkwk. 

Oh iya, untuk materi yang aku tampilkan di artikel ini, referensinya ada di bawah ya. Semoga membantu:)



"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M"





Referensi :

4 komentar:

  1. Sehat dulu, traveling kemudian. Hahay, iya juga ya :)
    Semoga tercapai impiannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sehat dulu lah pokoknya hahaha
      Aamiin :)

      Hapus
  2. Apa kabar goals-nya? Semoga masih tetap dibidik, dan akhirnya terbidik. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada kemajuan yg signifikan sih mbak tapi masih tetep dibidik kok hihihi
      aamiiin :)

      Hapus

Like Us

Google+

Media Sosial

Part Of

Blogger Perempuan
PENABLOGGERBANUA